Selasa, 09 Desember 2014

Melestarikan kembali Permainan Tradisional Anak

oleh : Huslein Slash
Permainan tradisional sangat berperan penting bagi perkembangan anak, maka perlu kita kembangkan demi ketahanan budaya bangsa kita, karena kita menyadari bahwa kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur bagi bangsa indonesia, untuk diketahui dan dihayati tata cara kehidupannya sejak dahulu. Bangsa indonesia merupakan bangsa yang besar dalam keaneka ragaman kebudayaan didalamnya, termasuk permainan tradisional didalamnya, keanekaragaman permainan tradisional adalah karena banyaknya daerah di indonesia memiliki kearifan lokal kebudayaan masing-masing, sehingga membentuk masyarakatn melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang berbeda satu daerah dengan yang lainnya. Permainan tradisonal memang sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dan yang utama untuk dilindungi, dibina, dikembangkan, diberdayakan dan selanjutnya diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern sekarang ini, berbagai permainan modern untuk anak-anak kini muncul yang didukung dengan teknologi tinggi baik bersifat online maupun offline yang mudah didapatkan dimana-mana. Dan tidak sedikit orang tua yang membiarkannya bahkan ada pula orang tua yang menfasilitasi di rumah, dengan alasan sebagai hiburan anak ketika anak-anak berada di rumah. Hanya sebagian kecil kita dapat melihat permainan tradisional dan umumnya daerah perkampungan . Sehingga anak-anak sekarang perlahan-lahan tidak lagi mengenal yang namanya permainan tradisional. Padahal kalau kita kaji kembali sangatlah banyak permainan tradisional yang ada di daerah kita, namun karena pengaruh zaman permainan itu mulai memudar.
Dalam arti kata, bukannya kita menyalahkan kemajuan teknologi yang terjadi saat ini. Namun perlu kita menyadari bahwa, kemauan teknologi tidak seluruhnya membawa dampak positif bagi kita  namun juga membawa dampak negatif yang tanpa kita sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita, terutama bagi anak-anak yang sedang mengalami fase perkembangan.
Apabila kita lihat dari manfaat dan fungsinya, permainan tradisional sangat erat hubungannya dengan nilai kejujuran, kebersamaan, kekompakan, kerjasama, keuletan dan olah fisik. Sedangkan Permainan modern saat ini membuat anak-anak mengalami kekurangan komunikasi dengan teman sebayanya atau lebih condong ke sifat individualistik. Permainan-permainan modern saat ini biasanya hanya dilakukan sendiri tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan dari orang tua tentu cukup berbahaya bagi perkembangan anak. Karena dengan permainan-permainan modern secara tidak sadar kita menjerumuskan anak ke hal yang bisa berdampak negatif. Manfaat lain dari permainan tradisional ialah untuk mengembangkan konsep diri, mengembangkan kreativitas, mengembangkan komunikasi, mengembangkan aspek fisik dan motorik, mengemabngkan aspek sosial, mengembangkan aspek emosi atau kepribadian, mengembangkan aspek kognitif, mengasah ketajaman pengindraan, mengembangkan keterampilan olahraga dan menari.
Oleh karena itu, perlunya kita untuk melestarikan kembali permaian-permaian tradisional untuk mempertahankan kebudayaan kita yang hampir ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini, terutama bagi anak-anak. Karena dengan melestarikan permainan-permainan tradisional juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, terutama wisatawan asing manca negara.
Ada beberapa cara agar permainan tradisional yang ada di daerah kita diantaranya:
1.      Memperkenalkannya kembali kepada anak tentang permainan Tradisional.

Ini merupakan hal pertama yang kita lakukan agar permainan tradisional bisa dipertahankan yaitu memperkenalkannya kembali kepada anak-anak. Kita bisa melakukannya melalui kegiatan-kegiatan lomba baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal mereka. 

2.      Membuat permainan tradisional menjadi lebih menarik.

Hilangnya minat anak-anak tentang permainan tradisional bisa juga disebabkan karena kejenuhan akan cara-cara memainkannya dan tidak menghibur. Oleh karena itu, sebagai generasi yang masih peduli kita bisa mengubah permainan tersebut menjadi lebih menarik. Sebagai contoh kita membuat suatu permainan tradisional yang meningkatkan kecerdasan anak. Kita juga bisa mengadakan lomba dan memberikan penghargaan bagi pemenang. Dengan begitu anak-anak akan termotivasi untuk terus bermaian permainan tersebut.
  
3.      Mengadakan workshop pelatihan permainan tradisional. 
             
            Perlu adanya kita membuat sebuah pelatihan permainan tradisional dengan cara mengumpulkan sebanyak-banyaknya permainan yang ada berserta peraturan dan cara bagaimana memainkannya. Kemudian setelah itu kita adakan sebuah latihan dan mengajarkan kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah maupun di daerah mereka tinggal serta melatih semua permainan tersebut kepada anak-anak agar bisa terus dilestarikan dan seterusnya bisa dikembangkan kembali.

            Demikianlah beberapa hal yang dapat mengembangkan dan melestarikan kembali permainan-permainan tradisional yang ada di daerah kita ini. Semoga semua kebudayaan bisa dipertahankan agar tidak hilang seiring berkembangnya zaman.

Huslaini. Mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Serambi Mekkah (USM) Batoh, Banda Aceh.

Email : huslein.home@gmail.com

Hal-hal yang harus dimiliki seorang Aktor


         Aktor ialah orang yang memerankan tokoh tertentu dalam suatu pertunjukan. Baik itu di panggung, acara televisi, atau film. Dalam suatu pertunjukan aktorlah yang berperan di atas panggung pementasan. Oleh karena itu aktor harus bisa menguasai peran yang dimainkannya sehingga mampu menampilkan permainan yang terbaik dan dapat menghibur penonton.
          
       Dalam hal ini, untuk menguasai hal tersebut seorang aktor sudah pasti memerlukan latihan khusus dan dilakukan secara terus menerus agar dapat menjadi aktor yang baik yang mampu memerankan setiap peran yang dimainkan dan menggunakan semua kemampuan beraktingnya.
            
        Berdasarkan hal tersebut, ada beberapa hal yang wajib dimiki oleh seorang aktor diantaranya memiliki fisik, intelektual dan sukmanya
    
  1. Fisik/Tubuh
        
        Seorang aktor harus benar-benar mampu mempersiapkan dirinya sebelum melakukan pemeranan baik secara fisik maupun mental. Fisik itu termasuk gerak, pernapasan,vokal dan kekuatan. Aktor harus memiliki kelenturan dan mampu menguasai dan menggerakkan semua anggota tubuhnya meliputi semua otot, sendi-sendi dan jaringannya dari kepala sampai kaki. Apabila semua itu sudah dimiliki maka tidak akan terjadinya cedera dalam kondisi apapun dan bebas melakukan gerak pada saat pementasan. Sehingga aktor tidak susah terhadap apapun peran yang dimainkannya.


2. Intelektual
  
         Seorang aktor adalah juga seorang intelektual, artinya harus mempunyai minat besar untuk belajar, membaca, mendengar, dan bergaul. Intensitas dalam kegiatan menuju tataran sebagai intelektual itu menyebabkan seseorang mampu mencapai kepekaan dalam banyak hal. Kepekaan atau sensitivitas inilah yang nantinya menjadi bekal utama seorang aktor dalam menyikapi dan menafsirkan perannya, sehingga dia tidak hanya menjadi robot yang digerakkan sutradara. Aktor harus memberi bentuk lahir pada watak dan emosi pelaku. Intelektual ini sangat dibutuhkan bagaimana membaca situasi, bagaiman menjadikan peran itu seperti benar adanya di dunia nyata dan masuk akal meskipun cuma berakting

3. Sukma

         Aktor secara terus menerus harus mengolah sukmanya yang meliputi pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa, dan peraba setiap saat dan setiap waktu. adapun hal yang utama dalam melatih sukma adalah kosentrasi. Kosentrasi merupakan suatu kesanggupan untuk mengerahkan suatu kekuatan rohani dan pikiran ke arah sasaran yang jelas. Dasar dari ajaran kosentrasi yaitu penguasaan diri sendiri melalui proses mencari-cari, menciptakan sebuah peran dalam latihan harian. Proses menciptakan peran pada saat tampil dalam pertunjukan di panggung.Sasaran kosentrasi seorang aktor/ pemeran adalah sukma. Baik itu terhadap sukmanya sendiri, orang sekitarnya atawa sukma manusia secara menyeluruh (masyarakat penonton). Hal ini secara tidak langsung memerlukan kosentrasi terhadap emosi-emosi. Melatih kosentrasi melalui latihan panca indra terhadap sesuatu yabng fiktif dan semu. Melatih keadaan diri terhadap emosi. Dalam sukma yang bernama manusia terhadap unsur emosi, kemauan, semangat, pikiran dan fantasi. Sedangkan dalam raga manusia terdapat unsur pernafasan, kekuatan, tubuh dan gerak. Materi hidup manusia adalah raga dan sukma, maka kegiatan seorang aktor merupakan kegiatan bernafas, bergerak, beremosi, berfikir, berkehendak dan berprestasi. Apabila aktor sudah mampu menguasai raga dan sukma berarti seorang aktor telah siap menghadapi segala kondisi.

Senin, 01 Desember 2014

wahe rakan loen

cipta Huslein Slash HomE

Wahe rakan-rakan lon
yang tuha ngon yang muda
bek neu lale le
dengon piasan donya

Donya karap kiamat
beu ta ingat keu mate
jinoe geutanyoe taubat
ta taubat nasuha

Bek neu pubuet le buet yang jahe
sabe meupake bengoh ngon seunja
Bek neu pubuet le buet yang jahe
donya ka akhe akhirat teuka

Wahe rakan-rakan lon
yang tuha ngon yang muda
bek neu lale le
dengon piasan donya

Geutanyo hudep di dalam donya
Lage ibarat boet piyoh saja
singoh ta meusapat bak uroe akhirat
keunan keuh tempat yang kekai baqa

Lupakan Semua

Cipta : Huslein

Seminggu setelah kau pergi
ku masih disini memikirkanmu
aku tak mengerti mengapa begini?
apa yang terjadi?

Namun apa yang kurasa tak seharusnya kurasakan
ku ingin lupakan semua kenangan yang ada

Kita telah memutuskan ikatan cinta
tak mungkin lagi tuk bersama
kita telah memutuskan untuk berpisah
takkan mungkin bisa tuk kembali

Minggu, 19 Oktober 2014

Bayangan Bayangan Hitam

oleh: Huslein Slash HomE

              Banda Aceh, aku akan menceritakan pengalamanku tentang kejadian aneh yang ku alami di Ruang Kuliah Umum Universitas Serambi Mekkah sekitar jam 21.00 wib (15/10/14).
          Ceritanya berawal ketika aku menerima telpon dari temanku yang bernama silvia lestari. Dia yang beranggapan bahwa antingnya tinggal di Ruang Kuliah Umum saat latihan tarian pada sorenya. tempat itu memang keliahatan angker apalagi saat itu sedang hujan. tetapi karna dia salah satu temanku, saya bersedia membantu meski perasaanku agak kurang enak.
              Aku beranikan diri naik ke atas sendirian tapi karena di atas gelap aku pinjam sebuah senter di pos security yang berjaga. sebelum ku naik, aku membuka panel listrik yang menghubungkan listrik di atas RKU dan setalah itu barulah aku mendekati tangga menuju ke RKU.
           Segera kumenghidupkan senter di tanganku dan ku pegang erat- erat. Namun baru beberapa anak tangga kunaiki, ternyata sudah ada tanda-tanda yaitu seekor kucing hitam menghalangi jalanku. namun saya tidak peduli dengannya sehingga kuteruskan naik ke atas sampai ke lantai 2. Selanjutnya ku naiki lagi tangga menuju RKU, eh ternyara pintunya terkunci dan aku membukanya, sampai di atas kucing kedua menghalangi jalanku lagi dan aku mengusirnya.
           Ketika aku sudah berada di ruangan yang ku tuju, kulihat sekelingku yang begitu gelap hanya cahaya senter yang kubawa yang menerangi ruangan. Ku senter sekelilingnya berniat mencari saklar untuk menghidupkan lampu. Akhirnya aku menemukan saklarnya yang berada di belakang kain gorden berwarna hijau dibelakang meja sidang. Kudekati saklarnya dan kreeek sekalian kuhidupin semua lampu dengan sekali tekan. Kini perasaanku sudah lega karena ruangan yang tadinya gelap sudah terang benderang dan aku bisa melihat semuanya yang ada dalam ruangan tersebut, kursi tak beraturan lagi posisinya, sampah berserakan, dan baunya tidak sedap. aaaahh aku ga peduli dengan semua itu, toh udah sering terjadi. aku mulai mencari anting temanku yang hilang, meski ruangan terang tapi senter tidak kumatikan. ku cari-cari di bawah kursi, meja dan di sudut ruangan semuanya kujelajahi namun aku tidak jua menemukannya.

           Saat aku membelakangi tangga, tiba tiba terdengar suara saklar dimatikan ..kreek... dan saat itu juga semua lampu diruangan itu mati. Tentu saja aku terkejut karena tidak ada siapa-siapa diruangan itu selain aku. Aku mulai ketakutan dan jantungku berdetak dua kali lipat dari sebelumnya, semua buluku juga merinding. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana karena tubuhku mulai kaku, sempat ku berpikir akan terjadi sesuatu pada diriku, kumelangkah rasanya agak berat saat kulihat bayangan wajah yang mengerikan berada dihadapanku. Jantungku hampir copot dibuatnya sehingga kutenangi diri sejenak aku tidak peduli apapun yang terjadi dengan segera ku ambil langkah seribu dan sepertinya aku menabrak bayangan tadi. Ku turuni tangga dengan cepat seakan tidak ada tangga di bawah langkahku, tangga itu terbuat dari keramik dan cukup licin apalagi hari hujan dan juga bekas bercak bercak lumpur waktu tadi sore meraka naik tangga itu. saking takutnya aku tidak terasa tangga yang licin tadi untung saja aku tidak terpeleset kalau tidak mungkin aku sudah meninggal malam ini. ku teruskan berlari secepat mungkin menuju pos security dan menceritakan kepada meraka sehingga mereka ikut ketakutan mendengar ceritaku. ini bukan rekayasa tapi benar seperti realita.

Senin, 02 Juni 2014

Melukis dengan Oil Pastel

hai guys !!!!

saya baru menyelesaikan lukisan saya. Tapi ini berbeda dengan posting saya beberapa waktu yang lalu yang hanya sketsa hitam putih.

kali ini saya mencoba cara yang baru bagi saya yang lebih berwarna , tampak sederhana sih tapi seperti yang saya bilang tadi ini hanya percobaan pertama, hehehe..

Namun satu hal yang jangan ditanyakan yaitu siapa orang yang saya lukis, karna kenapa? saya juga akan bertanya hal yang sama kepada anda..xixixixi... dan satu hal yang membuat saya senang ialah ancungan jempol kalian agar saya bisa terus berkarya lebih baik lagi.. terma kasih

adapun media yang saya gunakan dalam pembuatan lukisan ini adalah:
1. kertas gambar
2. oil pastel
3. pensil (HB, 2B, 4B, dan pencil mekanik)
4. karet penghapus
5. pensil warna
6. kapas

anda juga bisa buat seperti ini tp harus fokus, sabar, menikmati kegagalan dan tidak pernah menyerah..

Selamat mencoba !!!!


ciri ciri orang yang kreatif:



1. peka pada lingkungan
2. tanggap terhadap rangsangan sensoris
3. teliti dalam mengamati sesuatu
4. sadar dan penuh rasa ingin tahu sehingga selalu mencoba hal hal baru
5. bersikap tegas pada apa yang disukainya maupun tidak
6. bersifat terbuka dan peka pada sesuatu yang menarik
7. senantiasa mencoba sesuatu yang baru dan mengutamakan keaslian
8. bersikap bebas dalam mengamati, menganalisis atau berpikir dan bertindak
9. memiliki kemauan dan kemampuan merespon yang tinggi
10. hasil karyanya bersifat unik.
11. dapat merubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa