Senin, 02 Juni 2014

Melukis dengan Oil Pastel

hai guys !!!!

saya baru menyelesaikan lukisan saya. Tapi ini berbeda dengan posting saya beberapa waktu yang lalu yang hanya sketsa hitam putih.

kali ini saya mencoba cara yang baru bagi saya yang lebih berwarna , tampak sederhana sih tapi seperti yang saya bilang tadi ini hanya percobaan pertama, hehehe..

Namun satu hal yang jangan ditanyakan yaitu siapa orang yang saya lukis, karna kenapa? saya juga akan bertanya hal yang sama kepada anda..xixixixi... dan satu hal yang membuat saya senang ialah ancungan jempol kalian agar saya bisa terus berkarya lebih baik lagi.. terma kasih

adapun media yang saya gunakan dalam pembuatan lukisan ini adalah:
1. kertas gambar
2. oil pastel
3. pensil (HB, 2B, 4B, dan pencil mekanik)
4. karet penghapus
5. pensil warna
6. kapas

anda juga bisa buat seperti ini tp harus fokus, sabar, menikmati kegagalan dan tidak pernah menyerah..

Selamat mencoba !!!!


ciri ciri orang yang kreatif:



1. peka pada lingkungan
2. tanggap terhadap rangsangan sensoris
3. teliti dalam mengamati sesuatu
4. sadar dan penuh rasa ingin tahu sehingga selalu mencoba hal hal baru
5. bersikap tegas pada apa yang disukainya maupun tidak
6. bersifat terbuka dan peka pada sesuatu yang menarik
7. senantiasa mencoba sesuatu yang baru dan mengutamakan keaslian
8. bersikap bebas dalam mengamati, menganalisis atau berpikir dan bertindak
9. memiliki kemauan dan kemampuan merespon yang tinggi
10. hasil karyanya bersifat unik.
11. dapat merubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa

Kamis, 08 Mei 2014

Melukis Sketsa Pensil

        Melukis sketsa ialah suatu kegiatan yang sangat saya gemari  beberapa bulan terakhir ini. Awalnya hanya sekedar suka terhadap lukisan, namun rasa ketertarikan itu menimbul keinginan saya untuk mencoba. Dari situlah saya mulai mencari tahu bagaimana cara membuat sketsa pensil dari berbagai sumber seperti share dengan seniman lukis, dari media media seperti buku, internet dan memperhatikan cara dari pelukis tahap demi tahap melakukannya. Pertama kali mencoba memang terasa begitu sulit dan banyak mengalami kegagalan, namun saya tidak pernah menyerah pada sesuatu yang saya ingin wujudkan dan sangat menikmati masa masa kegagalan itu karna saya pikir semakin banyak kegagalan, semakin semakin semangat saya mencoba hingga mendapatkan rahasia itu.
            
           Belajar melukis sketsa tidak mudah seperti yang kita bayangkan atau seperti yang kita perhatikan saat orang membuat sebuah karya lukisan. Butuh kesabaran dan pengorbanan serta keikhlasan dari hati pada objek yang kita lukis. Dengan begitu hasilnya akan bagus juga nantinya.

          Sebenarnya saya kurang yakin terhadap potensiku dalam melukis karna saya pikir tidak ada bakat dan tidak ada dasar sama sekali, tetapi dengan adanya tekat dan dorongan hati untuk terus mencari tahu, kemampuan bisa terbentuk dengan sendirinya.  Pastinya karna kemauan dan rasa ingin tahu yang tinggilah membuat saya tetap bertahan walaupun banyak mengalami kegagalan. Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa kemampuan bisa di bentuk dengan kemauan dan kerja keras. Albert Einstein pun pernah berkata "saya bukanlah orang yang mempunyai bakat khusus, saya hanyalah orang yang ingin tahu tinggi". Petatah Arab juga mengatakan "Man Jadda Wa Jada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil).

          

          Di bawah ini merupakan beberapa hasil karya saya. walaupun tidak terlalu bagus karna saya masih pemula.







Rabu, 18 Desember 2013

kata kata motivasiku

Tak ada seorangpun yang tidak dihargai oleh orang lain jika dia bisa membuat dirinya lebih berharga dan terus berupaya untuk jadi pribadi baik, sopan, ramah, bertanggung jawab, dan dapat membentuk perubahan serta bisa menghargai orang lain.

#Huslein HomE

Seniman teater itu ga akan pernah menemukan jati dirinya karna yg dia cri jati diri org lain. Ia terus memainkan karakter org lain, menjadi org lain tanpa dia tw jati dirinya bagaimana..

Jdi tak perlu mencri ya guys..

#Huslein HoME

sebelum memotivasi orang lain, terlebih dahulu motivasilah diri sendiri.

Huslein HomE


Ada yg blg kpadaku.,.
Melukislah,

Tp aq tak ada ide untuk melukis.

Kalau tidak ada ide, lukislah apa yang kamu lihat.

Intinya ide ga selalu muncul dengan tiba2, tp kdangkala kita jga hrus paksa ide itu untuk muncul..

#Huslein HomE
 

Selasa, 15 Oktober 2013

Accuracy versus Fluency


The differentiation between fluency and accuracy is a very important one. However, here are some things to think about. Accuracy is the ability to use language correctly, without making mistakes with grammar or vocabulary. Fluency focuses more on communicating effectively and allows for mistakes as long as communication has been successful..
If we adopt the more usual aim of accurate performance, one advantage is immediately obvious: the pupils can be examined and tested to see whether they have acquired this accuracy or not. Accuracy is simple examine, because it tests grammatical rules which can be easily judged right or wrong, and so test can be to marked without too much argument. Fluency is almost impossible to mark fairly, which is a pity because it is a more important skill in most real life situations. The second consequence of an accuracy dominated approach is that some pupils leave the course before they have learnt enough of the foreign language to be of much practical use. There is only a limited amount of time at the teacher’s disposal in any teaching situation. If he spends that time insisting on accuracy in all the detail, he will obviously not have time to train a fluent, more wide ranging command of the language.
Face with a choice between accuracy and fluency, most teachers will naturally tend towards a compromise position: as much accuracy an as much fluency as possible in the time available. However, teaching systems being what they are with their inevitable demand for testable behaviour from the pupils, the accuracy criterion is almost bound to find favour with the majority of teachers. In fact the problem goes deeper than this. Fluency in the early stages of learning is very difficult to recognize. After all, if a student has not learnt very much, he cannot easily demonstrate how good he is at expressing his ideas. Accuracy is very easy to recognize, with the result that an inaccurate leaner is very much louder comment on the teacher’s skill than an inarticulate pupil.

The characteristics of accuracy and fluency activities
Accuracy
  • Usage: explanation 
  • Language for display 
  • Language for knowledge 
  • Attempts at communication are judged by linguistic competence
  • Attention is given to language 
  • Correction is often a feature of accuracy focused work
  • Language is the objective

Fluency
  • Use: real life 
  • Language for communication 
  • Language for skill 
  • Attempts at communication are judged by performance 
  • Attention is given to meaning 
  • Correction is generally a minor clarification of fluency in use 
  • Communication is the objective



An accuracy oriented activity such as pattern drills is usually used in the teaching of a new target item. A fluency oriented activity such as extensive reading and information gap aims to develop the students' spontaneous communications skills in using what they have already learned. Be aware that it is not always possible or appropriate to classify classroom activities using this dichotomy and the differences summarized may not always apply. An activity may be largely accuracy-oriented but also has some features of a fluency activity at the same time.

Senin, 25 Februari 2013

RACOEN MEUBISA

Hana teubayang mandumnyoe teurjadi
Cinta suci loen takhianati
Hana loen sangka akhee jeut lage nyoe
Uloen tapeusaket ngon keucewa

  * Keupeu dum janji yang ka taikrar
     Nyoe memang dinda neutem ingkari
     Keupeu dum kata yang ka ta ucap
     Meunyoe memang gata meundua

Reff

Saket hate yang loen rasa
Teuingat dinda yang meundusta
Ulen keucewa, luka dalam dada
Rupajih dinda racoen meubisa.

    Hana loen sangka akhee jeut lagenyoe
    Uloen tapeusaket ngon keucewa
    Hana loen duga gata meundustai
    Cinta suci yang ka tabina

back to *, reff 2x


                                                                 cipta: Huslein