Friday, June 17, 2016

Menggambar dengan Teknik Pointilism

How to draw Adele with pointilism technique (bagaimana menggambar Adele dengan Teknik Pointilism)

Hello sahabat kreatif !!!

           Saya baru saja menyelesaikan sebuah gambar yang saya buat dengan teknik pointilism. Sudah tau belum apa itu pointilism?

Awalnya saya tidak tahu apa itu pointilis karna yang saya tau hanyalah sebuah gambar dengan titik-titik, saya sering melihat karya berbentuk seperti ini yang dibuat oleh seniman-seniman profesional baik di dalam maupun di luar negeri dan saya sering melihatnya di media sosial seperti facebook dan instragram. Saya sendiri sangat suka melihat bentuk lukisan seperti ini sehingga membuat saya tertarik untuk mencobanya juga.

Pointilism adalah salah satu aliran dalam seni lukis yaitu berupa titik-titik kecil baik berwarna maupun hitam putih. Titik- titik tersebut akan menghasilkan sebuah bentuk gambar yang sangat indah yang bisa memanipulasi mata kita. Apabila kita lihat dari jarak dekat lukisan ini hanyalah berupa titik-titik, tetapi bila kita melihat dari jarak jauh, titik tersebut bahkan tidak terlihat hanya bentuk gambar saja terlihat.

           Untuk percobaan pertama saya tidaklah menggunakan beragam warna tetapi saya mencoba pointilism hitam putih atau dikenal dengan istilah strippling.

           Adapun media yang saya gunakan ialah selembar kertas berukuran A5, pensil faber castell HB dan sebuah pulpen biasa (disarankan menggunakan drawing pen) karena ini merupakan percobaan pertama saya jadi belum sempat persiapkan alat yang sesuai.

           Objek pertama yang saya coba untuk menggambar dengan teknik ini ialah salah satu foto dari salah satu penyanyi international yang terkenal pemilik lagu yang berjudul “someone like you” siapa lagi kalau bukan Adele.

           Pertama kali saya kurang yakin untuk mencoba apakah saya bisa menggambar objek wajah adele dengan teknik pointilism dan agak ragu sih. Tapi keinginan saya untuk mencoba lebih kuat dari pikiran-pikiran negatif itu yang hanya akan menghambat saya untuk berkarya. Oleh karena itu, saya percaya diri aja kalau saya pasti bisa membuatnya dan apa salahnya mencoba. Takut gagal atau gagal untuk mencoba, silahkan pilih.

Langkah-langkah pembuatannya.

           Sebenarnya menggambar dengan teknik pointilism sama halnya menggambar dengan pensil, bedanya menggambar dengan pensil dengan cara menggores untuk membuat bentuk wajah  sedangkan pointilism menggunakan titik-titik untuk membuat bentuk wajah. Sehingga membutuhkan waktu lebih untuk membuat satu gambar.

           Supaya menghasilkan gambar yang bagus dengan proporsi wajah yang sesuai sebaiknya buatlah sketsa dasar terlebih dahulu dengan menggunakan pensil HB dengan goresan halus dan kabur. Sehingga kita tidak perlu ragu-ragu lagi dalam menabur titik-titik nantinya. Membuat sketsa berguna untuk mempermudahkan proses pembuatan sebuah gambar kita hanya mengikuti garis sketsa saja. Sebagai pemula disarankan untuk membuat sketsa terlebih dahulu karena garis pensil tersebut juga akan tertutupi kok dengan tinta pulpen nantinya. Kalau sudah merasa yakin bisa membuatnya bahkan sketsa dasar tidak diperlukan.

Setelah membuat sketsa, sekarang saya bisa langsung mempraktekkan dengan menggunakan pulpen yang sudah disiapkan.

Bagian pertama yang saya hitamkan terlebih dahulu ialah bagian alis, saya menabur titik-titik di bagian alis sampai terlihat gelap dan menutupi kertas putih. Selanjutnya saya mulai turun kebagian bawah alis atau lingkaran atas mata. Saya menggelapkan bagian tersebut dengan titik-titik dengan memperhatikan bagian yang lebih gelap dan bagian yang terang. Kemudian saya membuat mata dengan mengikuti sketsa yang sudah saya buat sebelumnya. Terlebih dahulu saya mengelilingi bentuk mata dengan titik. Karena bagian atas mata terdapat bulu mata yang tebal sehingga di bagian tersebut titiknya lebih padat dan gelap yang menutupi permukaan kertas. Setelah itu barulah saya membuat bola mata hitam dengan menutupi permukaannya kecuali bagian bias cahaya yang ada di mata tersebut. Untuk mata putihnya saya hanya menitikkan tinta jarang-jarang seadanya saja sehingga warna putih lebih dominan.
Selesai bagian mata saya melanjutkan bagian hidung dan bibir dengan memperhatikan tingkat kegelapannya sehingga hidung dan bibir tidak terlihat rata, namun juga terdapat bayangan-bayangannya.

Apabila mata, hidung dan bibir sudah selesai, untuk bagian wajah lainnya seperti dahi, pipi dan dagu cukup buat titik seadanya saja kecuali bagian samping pipi dan dagu dan leher yang harus ditambahkan kegelapannya sehingga wajah terlihat hidup.

Sekarang barulah kita menuju ke bagian yang sangat melelahkan yaitu membuat rambut dan baju. Mengapa saya bilang melelahkan? Karena di bagian rambut lah yang membutuhkan banyak waktu untuk membuatnya, bagaimana dengan titik demi titik harus bisa menutupi semua permukaan karena rambut merupakan bagian paling hitam di antara yang lainnya. Oleh karena itu latihlah kesabaranmu membuatnya. Yang terpenting ialah menikmati setiap proses yang kita lalui. Kalau dipaksakan hanya akan membuat kita lelah dan pegal jadi pelan-pelan saja.

Untuk membuat sebuah gambar ini saya telah menghabiskan 3 hari proses pembuatannya. Lumayan lama bukan? Karena saya ingin mendapatkan hasil yang bagus dan mendapatkan kepuasan. Oleh karena itu saya membuatnya dengan hati-hati dan memperhatikan detail setiap bagiannya. Titik demi titik saya taburkan sehingga menghasilkan gambar seperti yang saya harapkan.

Menurut saya menggambar dengan teknik pointilism merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk melatih kesabaran, mengisi waktu luang ketika tiada kegiatan yang bisa kita lakukan. Sebab, membuat jutaan bahkan miliyaran titik ialah suatu hal yang sangat membosankan dan bisa membuat pegal seluruh badan apalagi pergelangan tangan. Di samping itu kita juga melakukan gerakan yang sama dan berulang dalam jangka waktu yang panjang. Namun seperti yang saya bilang tadi ialah nikmati aja setiap prosesnya pasti hasilnya akan memuaskan dan rasa lelah pun terbayarkan.

    Selamat mencoba kawan, tingkatkan kreativitasmu. semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa memotivasi kamu untuk mencoba teknik ini juga. Terima Kasih

Salam Kreatif

Huslein Slash

Wednesday, June 08, 2016

APA PERBEDAAN SKETSA, GAMBAR DAN LUKISAN

Hello Sahabat Kreatif!
          
Pada postingan hari ini aku akan menjelaskan sesuatu yang masih membingungkan bagi beberapa orang yaitu perbedaan sketsa, gambar dan lukisan.

Apakah perbedaan antara sketsa, gambar dan lukisan?

Perbedaan antara sketsa, gambar dan lukisan ialah suatu hal yang banyak diperbincangkan dalam  bidang seni rupa dan banyak membingungkan  perbedaannya. Ada yang mengatakan mereka mempunyai arti yang sama dan ada yang membantah mengatakannya berbeda.

Aku rasa ini hal menarik untuk kita mencari kebenaran apa sih yang membedakan ketiganya. Sesuai pengalaman pribadi dulu Aku juga berpikir bahwa mereka juga mempunyai arti yang sama dan sering mencari apa yang membedakannya dengan cara bertanya dan wawancarai  pada seniman-seniman dengan pertanyaan yang sama yaitu perbedaan antara sketsa, gambar dan  lukisan. Dari interview tersebut aku  menarik kesimpulan bahwa gambar dan lukisan itu berbeda. Oleh karena itu aku akan membahasnya satu persatu.

Menurut salah satu seniman yang pernah aku wawancarai yaitu pak Rein Sanjaya mengatakan “sketsa berarti coretan kasar berbentuk garis-garis dasar dan masih kasar, Gambar ialah menggambar bentuk artinya melalui garis-garis menghasilkan sebuah gambar bentuk, sedangkan lukisan ialah menggambar ruang.

Menurut Adi Klat, ia mengatakan lukisan itu biasanya menggunakan cat, baik itu cat air maupun cat minyak atau sejenisnya. Sedangkan gambar menggunakan media pensil atau pulpen untuk membuat suatu bentuk atau gambar.

Bagaimana kita membedakan sketsa, gambar dan lukisan?

Apabila kita lihat dari asal bahasanya, mereka jelas berbeda. Gambar (drawing), sketsa (sketch) dan lukisan (painting). Sketsa (sketch) ialah suatu bentuk garis-garis kasar, ringan dan biasanya hanya bersifat sementara dan merupakan sebuah langkah awal atau perencanaan dalam membuat sebuah gambar dan lukisan. Sketsa bisa dibuat hanya pada selembar kertas, maupun di atas kanvas, dalam arti kata sketsa ialah gambar yang belum selesai. Funsinya ialah sebagai bentuk dasar dan garis pembantu sebelum melukis agar lukisan lebih terencana dan langsung mengikuti sketsa yang sudah disiapkan.

Menggambar (drawing) ialah menggambar suatu bentuk atau proporsi suatu benda, objek, karakter maupun pemandangan, menggambar sama halnya dengan sketsa yaitu berupa garis-garis atau goresan. Tetapi gambar ialah sketsa yang telah disempurnakan dan mulai menampakkan karakter atau dimensi yang sudah jelas. Gambar bisa berupa objek langsung atau benda-benda di sekitar dan bisa juga berupa hasil dari visualisasi imajinasi seseorang yang merupakan hasil pikiran seseorang yang di ilustrasikan  melalui sebuah gambar. Biasanya gambar itu menggunakan medium yang kering dengan teknik menggores  dengan  keras dan runcing seperti pensil, pena, crayon, kapur dan sejenisnya.

Lukisan (painting) sama halnya dengan gambar (drawing) yang merupakan hasil imajinasi, ilustrasi maupun expresi seseorang yang dituangkan dalam bentuk lukisan, yang membedakannya ialah media dan teknik pembuatannya. Lukisan biasanya dibuat dengan teknik menyapu dengan dengan kuas dan sejenisnya dengan benda cair seperti cat pada bidang kanvas, triplek, dinding atu dimana saja yang kita inginkan. Melukis ialah menggambar ruang untuk menemukan bentuk atau proposi dan gradasi warna yang sesuai. Lukisan mempunyai arti yang lebih luas ketimbang gambar atau sketsa. Apalagi jaman sekarang ini sudah banyak aliran-aliran dalam lukisan, seperti realisme, surialis, abstrak, kubisme, naturalisme, romantisme, pop art dan sebagainya yang merupakan hasil pemikiran kreatif seseorang. Semua lukisan bisa di sebut gambar tapi gambar tidak semua bisa disebut lukisan.

Dari penjelasan di atas, aku rasa semuanya sudah jelas bagaimana kita membedakannyanya. Namun walaupun berbeda, mereka mempunyai persamaan yaitu sama-sama termasuk dalam seni rupa dan mempunyai nilai artistik dan estetika yang luar biasa. Oleh karena itu kita tidak harus membedakannya, yang terpenting ialah terus berkarya dengan apa yang kita sukai baik itu sketsa, gambar maupun lukisan. Ekspresikan semua imajinasi kita dan visualisasikan mereka dalam salah satu bentuk di atas.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita mengenai hal tersebut.

Salam Kreatif

Huslein Slash

Sunday, June 05, 2016

Cara Menggambar Wajah Tanpa Sketsa

Hello sahabat kreatif!!!


Bagi yang ingin menggambar, aku akan memberikan sebuah toturial bagaimana cara menggambar tanpa menggunakan sketsa.


Kebanyakan pelukis atau kamu sering memulai lukisan dengan sebuah sketsa dasar agar sesuai dengan skala dan proporsi.  Namun pernah gak coba menggambar tanpa menggunakan sketsa terlebih dahulu. Jika sudah pernah, berarti tutorial ini bukan untukmu. Dan jika belum hemmm kamu pasti ingin membaca tutorialnya. Sebenarnya simple aja sama dengan membuat sketsa. Saya sebenarnya juga masih sering menggunakan sketsa. Tetapi dengan cara ini setidaknya bisa mempercepat waktu kerja kita sehingga tidak melakukan pekerjaan berulang-ulang.


Ok. Langsung saja mari kita mulai menggambar tanpa sketsa dengan caraku.


Tahap 1. Persiapan Alat


Untuk pertama kali yang harus yang wajib kita siapkan ialah peralatan atau tempur kita seperti kertas, beberapa pensil dan penghapus. Karena kalau tidak kita mau menggambar pakek apa coba. Oppsss hampir lupa. Bisa kok terserah kamu aja mau pakek medium apa aja. Hehehe


Tahap 2. Persiapkan sebuah gambar.


13322179_1105239809521658_7014713559022590941_n.jpgJika peralatan sudah lengkap, sekarang kita persiapkan sebuah foto yang ingin kita gambar. Aku sudah persiapkan sebuah foto yang ada di samping. Aku membuat foto ini karena ada pesanan dari temanku jadi aku buat gambar ini. Cantik kan? Makanya aku akan hati-hati untuk membuatnya sehingga orangnya puas dan tidak komplain dengan hasil karyaku.









Tahap 2. Menggambar batas atas kepala.


IMG_20160531_013734_1.jpgKali ini aku akan memulainya dari atas yaitu hijabnya. Aku suka menggambar dari atas ke bawah jadi bisa sekali jalan dan tanganku tidak capek pindah-pindah tempat. Aku mengukur batas kiri dan batas kanan gambar agar sesuai dengan skala kertas. Atau bisa juga bagi yang tidak mengerti dengan skala, kamu bisa coba pakek computer, laptop, tablet ataupun androidmu. Klik gambar untuk memperbesar (zoom) sampai sama dengan ukuran kertasmu. Baiklah kita lanjutkan, aku mulai menarik garis hijab yang dipakek dari samping kiri dan bagian depannya kemudian baru sebelah kanan sampai dengan ukuran matanya. Kamu bisa lihat di gambar di samping

Tahap 3. Menggambar Alis


IMG_20160531_014144.jpgMari kita lanjutkan ke tahap berikutnya yaitu menggambar alis. Untuk menggambar alis biar sesuai kamu bisa mengukurnya langsung seperti yang ku katakana di atas tadi yaitu ukur batas alis dari atas kepala. Aku mulai alis sebelah kiri terlebih dahulu karena lebih mudah tinggal ikuti batas hijab sebelah kiri. Kemudian baru yang sebelah kanan. Perhatikan juga jarak antara alis kiri dan alis kanannya.




Tahap 4. Menggambar Mata


IMG_20160531_015300.jpgKemudian kita akan menuju ke tahap berikutnya yaitu menggambar mata. Seperti biasa aku selalu mulai dengan sebelah kiri jadi aku coba gambar mata sebelah kiri aku membuat bentuk matanya dan bola mata, dan kantong mata kemudian mengarsirnya. Selanjutnya aku menghitamkan bola mata dan yang pertama ialah bagian pupilnya dengan pensil yang hitam, barulah di bagian sampingnya sesuai dengan gelap terang yang ada pada gambar.      


IMG_20160531_020503_1.jpgSetelah itu lanjutkan dengan mata sebelah kanan dengan cara yang sama seperti mata kiri tadi
Kemudian setelah keduanya selesai hitamkan bola mata dengan pensil 4B supaya Nampak lebih real dan hidup terutama bagian samping mata hitam.
IMG_20160531_021748.jpg












Jangan terkejut karena bola matanya besar gak seperti mata rata-rata, maklum dia pakek softland.

Tahap 4. Menggambar hidung


IMG_20160531_022300.jpgMenggambar hidung ialah bagian yang paling kusukai karena simple dan tidak terlalu rumit. Aku menggaris batas lebarnya hidung dan panjangnya hidung dengan skala yang sudah ku sesuaikan, setelah itu mengarsir samping kiri dan kanan batang hidungnya kemudian setelah sesuai mulai gelapkan bagian bawah hidung yang merupak bayangannya supaya hidung kelihatan timbul.


Tahap 5. Menggambar pipi


IMG_20160531_023104.jpgSekarang kita menuju samping pipi kiri. Perhatikan gambar referensi. Disana bisa kita lihat bahwa pipi kiri lebih gelap bayangannya jadi buat dulu bayangannya yang di sampping dan sudut barulah ke tengahnya. Arsirnya secara melengkung sedikit sehingga pipinya tidak datar oleh karena itu buat garis senyum dari hidung sampai samping bibir yang akan kita buat nantinya.


Lalu lanjutkan dengan pipi sebelah kanan. Nah ini yang harus diperhatikan karena pipi sebelah kanan lebih kecil dari yang kiri jadi jangan samakan dengan pipi kanan. Supaya tidak ragu-ragu sebaiknya ukur aja batas dari hidung ke batas pipinya dan batas hijabnya.
Tahap 6 Menggambar bibir


IMG_20160531_033108_1.jpgAlis, mata, pipi, hidung sudah selesai sekarang aku akan menggambar bibir. Selama menggambar inilah yang paling ku takuti, aku selalu kewalahan membuat bibir apalagi senyum Nampak gigi. Tapi gak apa-apa inilah tantangan yang harus kita terima. Pertama kali aku menukur batas hidung dan bibir atas itu sejauh mana, dan mengukur juga panjangnya bibir dan tingkat kemiringannya. Aku tidak membuatnya sekaligus tapi ku gambar bibir atas terlebih dahulu, lalu menggambar gigi dan terakhir baru bibir bawahnya. Lagi lagi jangan lupa bagian gelap terangnya mana yang gelap dan mana yang terang.

Tahap 6. Menggambar dagu


Sebenarnya dagu tidak terlalu ngarung dengan karakter wajah dan buakn hal yang dominan menurutku. Untuk menggambar dagu jaraknya ialah ukur aja dari batas bibir bawah ke dagu. Tapi yang harus kamu tahu bahwa rata-rata wajah manusia jaraknya tidak beda yaitu dari hidung ke dagu panjangnya sama dengan dari hidung ke alis atau dari alis ke dahi seperti gambar di bawah ini.
dahi      
alis
hidung
dagu
Tahapan demi tahapan sudah kita selesai kita buat. Oleh karena itu membuat wajah kita anggap sudah selesai.