Blog ini Membahas tentang kreativitas seni seperti kerajinan tangan, ide kreatif, tutorial menggambar dan motivasi untuk untuk menjadi kreatif dan percaya diri. Salam Kreatif !!!

29 April 2016

RPP Bahasa Inggris Kelas VII Kurikulum 2013

                                                                                                                                                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                     : SMP ISLAM IBNU KHALDUN
Mata Pelajaran          : Bahasa Inggris
Kelas/Semester         : VII/Genap
KD 3.6                     : Teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan menanyakan nama benda (label) dan daftar barang(list)
Alokasi Waktu          : 4 pertemuan (8 JP)

A.     KOMPETENSI INTI (KI)
KI.1.  : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI.2.  : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI.3.    : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI.4.  : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.     KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR

Kompetensi Dasar
Indikator
1.1      Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar komunikasi Internasional yang diwujudkan dalam semangat belajar
1.1.1    Mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan dapat belajar bahasa Inggris dan manfaatnya.
2.1     Menunjukkan perilaku tanggung jawab, peduli, kerjasama, dan cinta damai, dalam melaksanakan komunikasi fungsional.
2.1.1 Menyelesaikan tugas        bahasa inggris tepat waktu
2.1.2 Menyelesaikan tugas yang menjadi bagiannya dalamkerja kelompok
2.1.3 Datang tepat waktu pada saat mengerjakan tugas kelompok di luar jam pelajaran.
2.2      Menunjukan perilaku santun dan peduli dalam melaksanakan komunikasi interpersonal dengsn guru dan teman
2.2.1    Menunjukkan perilaku santun dan peduli dalam melaksanakan komunikasi tentang teks label nama (label) dan daftar barang (list).
2.2.2    Menunjukkan perilaku disiplin , percayadiri, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan komu- nikasi tentang teks label nama (label) dan daftar barang(list).
3.6     Memahami fungsi sosial, struktur teksdan unsur kebahasaan dari teks label nama, dan daftar barang sesuaidengankonteks penggunaannya

3.6.1    Siswa dapat mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks label nama(label) dan daftar barang (list)
3.6.2    Siswa dapat menyebutkan benda-benda yang terdapat disekitar mereka dalam bahasa inggris.
3.6.3    Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis hewan yang dijumpainya.
3.6.4    Siswa dapat memberi label atau daftar barang sesuai dengan kategorinya.
4.7      Menyusun teks tulis label nama dan daftar barang dengan memperhatikan fungsi social, struktur teks danunsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks
4.7.1    Siswa dapat menyusun teks label (label) dan daftar barang (list)
4.7.2    Siswa dapat menuliskan kembali nama benda atau barang yang telah dipelajari.

 C.       MATERI PEMBELAJARAN
             1 .      MATERI REGULER
Teks tulis label nama (label) dan daftar barang
a.    Fungsi sosial
Mengenalkan, mengidentifikasi, menginventarisasi.
b.    Struktur teks
Nama benda, dengan atau tanpa jumlah
c.    Unsur kebahasaan
·      Artikel, kata benda plural
·      Angka Kardinal, 1 s.d 100, one, two, three,….one hundred
·      Ejaan dan tulisan tangan dan cetak yang jelas dan rapih
·      Ucapan: tekanan kata, intonasi ketika mempresentasikan secara lisan
d.   Topik
·     Benda–benda di sekitar dan relevan dengan kehidupan siswa, dengan memberikan keteladanan tentang perilaku disiplin, peduli, pola hidup sehat dan ramah lingkungan.

             2.      MATERI REMEDIAL
a.    Unsur Kebahasaan
b.    Tata Bahasa teks label
            3.      MATERI PENGAYAAN
a.    Teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan menanyakan nama benda (label) dan daftar barang(list)

D.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN PERTAMA
·        Nama-nama benda /daftar barang yang ada di dalam kelas.
1.   Kegiatan Pendahuluan (10)
a.    Guru memberisalam (greeting).
b.    Guru memeriksakehadiran siswa.
c.    Guru menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk  mengikuti proses   pembelajaran.
d.    Guru memberi  motivasi  belajar  siswa  secara  kontekstual  sesuai  manfaat dan  aplikasi  materi  ajar  dalam  kehidupan  sehari-hari,  dengan memberikan  contoh  dan  perbandingan.
e.    Guru mengajukan tentang kaitan antara pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
f.      Guru menjelaskan tentang tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  dasar  yang  akan dicapai.

           2.      Kegiatan inti (60 Menit)
a.    Mengamati
1.    Siswa membaca/mendengar berbagai nama-nama benda /daftar barang yang ada di dalam kelas sesuai dengan pengelompokannya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktural teks dan unsur kebahasaannya.
2.    Siswa meniru/menyalin beberapa nama benda /daftar barang yang ada di dalam kelas atau benda-benda dalam tas siswa.
b.    Menanya
1.    Dengan bimbingan dan arahan guru siswa mempertanyakan antara lain perbedaan antar ucapan, tekanan kata, intonasi dari nama-nama benda yang ada di dalam kelas dan di dalam tas.
2.    Siswa memperoleh pengetahuan tambahan tentang fungsi sosial, ungkapan dan struktur teks, unsur kebahasaan, serta format penulisan/penyampaian dari berbagai sumber.
c.    Mengeksplorasi
·     Siswa membaca/ mendengar /menuliskan label nama (label) dan daftar barang (list) yang ada di dalam kelas dan di dalam tas dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan.
d.    Mengasosiasi
1.  Dalam kerja kelompok atau individu siswa menganalisis teks dengan memperhatikan fungsi sosial,ungkapan dan struktur teks, unsur kebahasaan, serta format penulisan dari jenis teks yang sudah di pelajari.
2. Siswa memperoleh balikan/feedback dari guru dan teman tentang setiap yang disampaikan dalam kerja kelompok atau individu.
e.   Mengokomunikasikan
1.    Siswa memperolah balikan dari guru dan teman tentang karya yang di hasilkan/ pesan yang di tangkap dan dll.
2.    Siswa memperhatikan jawaban yang disampaikan oleh temannya dan memberikan masukan mengenai jawaban temannya.

3.         Penutup (10 menit)
a.    Guru bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
b.    Guru melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah di laksanakan secara konsisten dan terprogram.
c.    Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
d.    Guru memberikan tugas,baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
e.    Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

PERTEMUAN KEDUA
·        Nama-nama benda atau barang  di dalam rumah
           1.      Kegiatan Pendahuluan
a.    Guru member salam (greeting).
b.    Guru memeriksakehadiran siswa.
c.    Guru menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk  mengikuti proses   pembelajaran.
d.    Guru memberi  motivasi  belajar  siswa  secara  kontekstual  sesuai  manfaat dan  aplikasi  materi  ajar  dalam  kehidupan  sehari-hari,  dengan memberikan  contoh  dan  perbandingan  lokal,  nasional  dan internasional.
e.    Guru mengajukan tentang kaitan antara pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
f.      Guru menjelaskan tentang tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  dasar  yang  akan dicapai,

            2.      Kegiatan inti (60 Menit)
a.   Mengamati 
1.  Siswa membaca/mendengar berbagai nama-nama benda atau barang  di dalam rumah sesuai dengan pengelompokannya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktural teks dan unsur kebahasaannya.
2.    Siswa meniru/menyalin beberapa nama benda/daftar barang yang ada di ruang keluarga dan ruang makan.
b.   Menanya
1.    Dengan bimbingan dan arahan guru siswa mempertanyakan antara lain perbedaan nama benda  atau daftar barang yang ada di dalam rumah, ruang keluarga dan ruang makan.
2.    Siswa memperoleh pengetahuan tambahan tentang fungsi sosial , ungkapan dan srtuktur teks, unsur kebahasaan, serta format penulisan/ penyampaian dari berbagai sumber.
c.    Mengeksplorasi
·      Siswa membaca/ mendengar /menuliskan label nama (label) dan daftar barang (list) yang ada di dalam rumah, ruang keluarga,ruang makan,ruang dapur dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan (There is….There are…)
d.   Mengasosiasi
1.    Dalam kerja kelompok atau individu siswa menganalisis teks dengan memperhatikan fungsi sosial,ungkapan dan struktur teks, unsur kebahasaan, serta format peulisan dari jenis teks yang sudah di pelajari.
2.    Siswa memperoleh balikan /feedback dari guru dan teman tentang setiap yang di a sampaikan dalam kerja kelompok atau individu.
e.   Mengokomunikasikan
1.    Siswa memperolah balikan dari guru dan teman tentang karya yang di hasilkan/pesan yang di tangkap dan dll.
2.    Siswa memperhatikan jawaban yang disampaikan oleh temannya dan memberikan masukan mengenai jawaban temannya.

            3.    Penutup (10 menit)
a.    Guru bersama-sama dengan siswamembuat rangkuman/simpulan pelajaran
b.  Guru melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah di laksanakan secara konsisten dan terprogram.
c.    Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
d. Guru memberikan tugas ,baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
e.    Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

PERTEMUAN KETIGA
·        Nama-nama benda atau barang  di garasi, kebun, kamar mandi
           1.      Kegiatan Pendahuluan
a.    Guru member salam (greeting).
b.    Guru memeriksakehadiran siswa.
c.  Guru menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk  mengikuti proses   pembelajaran.
d.    Guru memberi  motivasi  belajar  siswa  secara  kontekstual  sesuai  manfaat dan  aplikasi  materi  ajar  dalam  kehidupan  sehari-hari,  dengan memberikan  contoh  dan  perbandingan  lokal,  nasional  dan internasional.
e.    Guru mengajukan tentang kaitan antara pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
f.  Guru menjelaskan tentang tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  dasar  yang  akan dicapai.

           2.      Kegiatan inti (60 Menit)
a.    Mengamati  
1.    Siswa membaca/mendengar berbagai nama-nama benda atau barang  di garasi, kebun, kamar mandi sesuai dengan pengelompokannya dengan memperhatikan fungsi social , struktural teks dan unsurkebahasaannya.
2.    Siswa meniru /menyalin beberapa nama benda/daftar barang yang ada di garasi, kebun dan kamar mandi.
b.    Menanya
1.   Dengan bimbingan dan arahan guru siswa mempertanyakan antara lain perbedaan nama benda  atau daftar barang yang ada di garasi, kebun, kamar mandi dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan.
2.   Siswa memperoleh pengetahuan tambahan tentang fungsi sosial, ungkapan dan srtuktur teks, unsur kebahasaan, serta format penulisan/ penyampaian dari berbagai sumber.
c.    Mengeksplorasi
·     Siswa membaca/mendengar/menuliskan label nama (label) dan daftar barang (list) yang ada di garasi, kebun dan kamar mandi dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan (There is….There are…)
d.    Mengasosiasi
1.  Dalam kerja kelompok atau individu, siswa menganalisis teks dengan memperhatikan fungsi social,ungkapan dan struktur teks, unsur kebahasaan, serta format peulisan dari jenis teks yang sudah di pelajari.
2. Siswa memperoleh balikan/feedback dari guru dan teman tentang setiap yang dia sampaikan dalam kerja kelompok
e.    Mengokomunikasikan
1.    Siswa memperolah balikan dari guru dan teman tentang karya yang di hasilkan/  pesan yang di tangkap dan dll.
2.    Siswa memperhatikan jawaban yang disampaikan oleh temannya dan memberikan masukan mengenai jawaban temannya.

            3.    Penutup (10 menit)
a.    Guru bersama-sama  dengan siswa dan/ sendiri membuat rangkuman / simpulan pelajaran
b.  Guru melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah di laksanakan secara konsisten dan terprogram
c.    Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
d. Guru memberikan tugas ,baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
e.    Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya

       PERTEMUAN KEEMPAT
·        Nama-nama binatang yang terdapat disekitar
           1.      Kegiatan Pendahuluan
a.    Guru member salam (greeting).
b.    Guru memeriksakehadiran siswa.
c.  Guru menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk  mengikuti proses   pembelajaran.
d.   Guru memberi  motivasi  belajar  siswa  secara  kontekstual  sesuai  manfaat dan  aplikasi  materi  ajar  dalam  kehidupan  sehari-hari,  dengan memberikan  contoh  dan  perbandingan  lokal,  nasional  dan internasional.
e.    Guru mengajukan tentang kaitan antara pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
f.  Guru menjelaskan tentang tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  dasar  yang  akan dicapai.

            2.      Kegiatan inti (60 Menit)
a.    Mengamati  
1.    Siswa mengamati beberapa gambar tentang orang yang sedang melakukan kegiatan, dan nama-nama binatang yang terdapat di halaman belakang.
2.  Siswa menjawab/menyalin dibuku latihan tentang dimana mereka melakukan kegiatan tersebut dan menemukan kecocokan nama binatang sesuai gambar.
b.    Menanya
1. Dengan bimbingan dan arahan guru siswa mempertanyakan antara lain bagaimana menyatakan tempat seseorang yang melakukan kegiatan, menulis kalimat sesuai gambar dan perbedaan nama benda  atau daftar barang dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan.
2.  Siswa memperoleh pengetahuan tambahan tentang fungsi sosial, ungkapan dan srtuktur teks, unsur kebahasaan, serta format penulisan/ penyampaian dari berbagai sumber.
c.    Mengeksplorasi
·  Siswa membaca/mendengar/menjawabsemua pertanyaan yang terdapat dibuku paket dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan.
d.    Mengasosiasi
1.  Dalam kerja kelompok atau individu siswa menganalisis teks dengan memperhatikan fungsi sosial,ungkapan dan struktur teks, unsur kebahasaan, serta format peulisan dari jenis teks yang sudah di pelajari.
2. Siswa memperoleh balikan /feedback dari guru dan teman tentang setiap yang dia sampaikan dalam kerja kelompok atau individu.
e.    Mengokomunikasikan
1.   Siswa memperolah balikan dari guru dan teman tentang karya yang di hasilkan/  pesan yang di tangkap dan dll
2. Siswa memperhatikan jawaban yang disampaikan oleh temannya dan memberikan masukan mengenai jawaban temannya.

            3.    Penutup (10 menit)
a.    Guru bersama-sama dengan siswamembuat rangkuman/simpulan pelajaran
b.  Guru melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah di laksanakan secara konsisten dan terprogram.
c.    Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
d. Guru memberikan tugas ,baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
e.    Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

  E.   PENILAIAN
1.    Jenis/teknik penilaian
a.    Jenis Penilaian: Autentic assessment
b.    Teknik Penilaian:
1.    Sikap                 : Non Tes
2.    Pengetahuan       : Tes tulis dan Tes Lisan 
3.    Ketrampilan        : Tes

2.    Bentuk instrumen dan instrumen
a.    Lembar Observasi
b.    Daftar pertanyaan
c.    Unjuk Kerja

3.    Pedoman penskoran
a.    Aspek Sikap
No.
Aspek yang dinilai
Kriteria
Skor
1.
Jujur
·      Sangat sering menunjukkan sikap jujur
·      Sering menunjukkan sikap jujur
·      Beberapa kali menunjukkan sikap jujur
·      Pernah menunjukkan sikap   jujur
·      Tidak pernah menunjukkan sikap jujur
5
4
3
2
1
2.
Disiplin
·      Sangat sering menunjukkan sikap disiplin.
·      Sering menunjukkan sikap disiplin
·      Beberapa kali menunjukkan sikap disiplin
·      Pernah menunjukkan sikap   disiplin
·      Tidak pernah menunjukkan sikap disiplin
5
4
3
2
1
3.
Percaya diri
·      Sangat sering menunjukkan sikap percaya diri
·      Sering menunjukkan sikap percaya diri
·      Beberapa kali menunjukkan sikap percaya diri
·      Pernah menunjukkan sikap   percaya diri
·      Tidak pernah menunjukkan sikap percaya diri
5
4
3
2
1
4.
Kerja sama
·      Sangat sering menunjukkan sikap kerja sama
·      Sering menunjukkan sikap kerja sama
·      Beberapa kali menunjukkan sikap kerja sama
·      Pernah menunjukkan sikap   kerja sama
·      Tidak pernah menunjukkan sikap kerja sama
5
4
3
2
1

b.    Aspek Pengetahuan
No.
Aspek yang dinilai
Kriteria
Perolehan skor


1.


Tujuan
Komunikatif
·    Sangat Memahami
·    Memahami
·    Cukup Memahami
·    Kurang Memahami
·    Tidak Memahami
5
4
3
2
1
2.
Keruntutan
Teks
· Struktur teks yang digunakan  sangat runtut
· Struktur teks yang digunakan  runtut
· Struktur teks yang digunakan  cukup runtut
· Struktur teks yang digunakan  kurang runtut
· Struktur teks yang digunakan  tidak runtut
5

4
3

2

1
3
Pilihan Kosa kata
·    Sangat variatif dan tepat
·    Variatif dan tepat
·    Cukup variatif dan tepat
·    Kurang variatif dan tepat
·    Tidak variatif dan tepat
5
4
3
2
1
4
Pilihan Tata Bahasa
·    Pilihan tata bahasa sangat tepat
·    Pilihan tata bahasa tepat
·    Pilihan tata bahasa cukup tepat
·    Pilihan tata bahasa kurang tepat
·    Pilihan tata bahasa tidak tepat
5
4
3
2
1

c.       Aspek Keterampilan (Writing Skill)

No.
Aspek yang dinilai
Kriteria
Perolehan skor
1.
Keaslian penulisan
·    Sangat Original
·    Original
·    Cukup Original
·    Kurang Original
·    Tidak Original
5
4
3
2
1
2
Kesesuain isi dengan judul
·    Isi sangat sesuai dengan judul
·    Isi sesuai dengan judul
·    Isi cukup sesuai dengan judul
·    Isi kurang sesuai dengan judul
·    Isi tidak sesuai dengan judul
5
4
3
2
1
3
Keruntutan Teks
·    Keruntutan teks sangat tepat
·    Keruntutan teks tepat
·    Keruntutan teks cukup tepat
·    Keruntutan teks kurang tepat
·    Keruntutan teks tidak tepat
5
4
3
2
1
4
Pilihan kosa kata
·    Pilihan kosa kata sangat tepat
·    Pilihan kosa kata tepat
·    Pilihan kosa kata cukup tepat
·    Pilihan kosa kata kurang tepat
·    Pilihan kosa kata tidak tepat
5
4
3
2
1
5
Pilihan Tata Bahasa
·    Pilihan tata bahasa sangat tepat
·    Pilihan tata bahasa tepat
·    Pilihan tata bahasa cukup tepat
·    Pilihan tata bahasa kurang tepat
·    Pilihan tata bahasa tidak tepat
5
4
3
2
1
6
Penulisan kosa kata
·    Penulisan kosa kata sangat tepat
·    Penulisan kosa kata tepat
·    Penulisan kosa kata cukup tepat
·    Penulisan kosa kata kurang tepat
·    Penulisan kosa kata tidak tepat
5
4
3
2
1
7
Kerapihan tulisan
·    Tulisan rapih dan mudah terbaca
·    Tulisan tidak rapih tetapi mudah terbaca
·    Tulisan rapih tetapi mudah terbaca
·    Tulisan tidak rapih dan sulit terbaca
5
4

3

2

d.      Aspek Keterampilan (Speaking Skill)

No.
Aspek yang dinilai
Kriteria
Perolehan skor
1.
Pengucapan (pronunciation)
·    Hampir sempurna
·    Ada beberapa kesalahan namun tidak menggangu makna
·    Ada beberapa kesalahan dan menggangu makna
·    Banyak kesalahan dan menggangu makna
·    Terlalu banyak kesalahan dan menggangu makna
5
4

3

2

1
2.
Intonasi (intonation)
·    Hampir sempurna
·    Ada beberapa kesalahan namun tidak menggangu makna
·    Ada beberapa kesalahan dan menggangu makna
·    Banyak kesalahan dan menggangu makna
·    Terlalu banyak kesalahan dan menggangu makna
5
4

3

2

1
3.
Kelancaran (fluency)
·    Sangat lancer
·    Lancar
·    Cukup lancar
·    Kurang lancar
·    Tidak lancar
5
4
3
2
1
4.
Ketelitian
·    Sangat teliti
·    Teliti
·    Cukup teliti
·    Kurang teliti
·    Tidak teliti
5
4
3
2
1

 F.        METODE PEMBELAJARAN
·      Scientific Approach, Problem Based Learning.

G.      MEDIA PEMBELAJARAN
·      Gambar, white board, board marker, label nama dan daftar barang

H.      SUMBER BELAJAR
·      Buku paket siswa ‘When English Rings a Bell’.


Menyetujui;
Guru Pamong



Miksalmina, S.Pd.i


Banda Aceh, 3 April 2016
Guru Praktikan



Huslaini
NPM. 1111080060



Mengetahui;
Kepala Sekolah
SMP Islam Ibnu Khaldun



Fakhri
NIP. 19580213 1981031 005










INSTRUMEN PENILAIAN
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Bahan ajar
Bentuk
Instrumen
Mengetahui fungsi sosial dari teks label nama dan daftar barang dengan memperhatikan fungsi sosial, stukstur teks dan juga aspek kebahasaan yang benar sesuai konteks.


 Book
-when engglish rings the bells hal : 77
- bright hal : 108


Tulisan
  Instrumen I
Look at the following pictures,, label items with the correct words.
Description: C:\Users\DEWI\Downloads\download (10).jpg Description: C:\Users\DEWI\Downloads\download (11).jpg

Description: C:\Users\DEWI\Downloads\download (13).jpg

Description: C:\Users\DEWI\Downloads\images (18).jpg

 






Siswa dapat mengidentifikasi makna dan unsur kebahasaan pada teks label nama (label) dan daftar barang (list), sesuai dengan konteks penggunaannya.



Tulisan

Write down 5  items of  countable and ancountable.
Siswa mampu membaca nyaring dan memindai teks label nama dan daftar barang, untuk memperoleh informasi dan makna dari teks tersebut.


Lisan
Instruct your friend by using the sentences of  label and list text which had you write ! Pay attention to pause and intonation !
























































KEY ANSWER:

1 - shopkeeper
   - cashier
   - supermarket
   - Price tag
2.
no
countable
uncountable
1
Kite
Sugar
2
Book
Money
3
Dest
Oil
4
Apple
Ink
5
Paper
Water



10 December 2014

Melestarikan kembali Permainan Tradisional Anak

oleh : Huslein Slash
Permainan tradisional sangat berperan penting bagi perkembangan anak, maka perlu kita kembangkan demi ketahanan budaya bangsa kita, karena kita menyadari bahwa kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur bagi bangsa indonesia, untuk diketahui dan dihayati tata cara kehidupannya sejak dahulu. Bangsa indonesia merupakan bangsa yang besar dalam keaneka ragaman kebudayaan didalamnya, termasuk permainan tradisional didalamnya, keanekaragaman permainan tradisional adalah karena banyaknya daerah di indonesia memiliki kearifan lokal kebudayaan masing-masing, sehingga membentuk masyarakatn melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang berbeda satu daerah dengan yang lainnya. Permainan tradisonal memang sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dan yang utama untuk dilindungi, dibina, dikembangkan, diberdayakan dan selanjutnya diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern sekarang ini, berbagai permainan modern untuk anak-anak kini muncul yang didukung dengan teknologi tinggi baik bersifat online maupun offline yang mudah didapatkan dimana-mana. Dan tidak sedikit orang tua yang membiarkannya bahkan ada pula orang tua yang menfasilitasi di rumah, dengan alasan sebagai hiburan anak ketika anak-anak berada di rumah. Hanya sebagian kecil kita dapat melihat permainan tradisional dan umumnya daerah perkampungan . Sehingga anak-anak sekarang perlahan-lahan tidak lagi mengenal yang namanya permainan tradisional. Padahal kalau kita kaji kembali sangatlah banyak permainan tradisional yang ada di daerah kita, namun karena pengaruh zaman permainan itu mulai memudar.
Dalam arti kata, bukannya kita menyalahkan kemajuan teknologi yang terjadi saat ini. Namun perlu kita menyadari bahwa, kemauan teknologi tidak seluruhnya membawa dampak positif bagi kita  namun juga membawa dampak negatif yang tanpa kita sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita, terutama bagi anak-anak yang sedang mengalami fase perkembangan.
Apabila kita lihat dari manfaat dan fungsinya, permainan tradisional sangat erat hubungannya dengan nilai kejujuran, kebersamaan, kekompakan, kerjasama, keuletan dan olah fisik. Sedangkan Permainan modern saat ini membuat anak-anak mengalami kekurangan komunikasi dengan teman sebayanya atau lebih condong ke sifat individualistik. Permainan-permainan modern saat ini biasanya hanya dilakukan sendiri tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan dari orang tua tentu cukup berbahaya bagi perkembangan anak. Karena dengan permainan-permainan modern secara tidak sadar kita menjerumuskan anak ke hal yang bisa berdampak negatif. Manfaat lain dari permainan tradisional ialah untuk mengembangkan konsep diri, mengembangkan kreativitas, mengembangkan komunikasi, mengembangkan aspek fisik dan motorik, mengemabngkan aspek sosial, mengembangkan aspek emosi atau kepribadian, mengembangkan aspek kognitif, mengasah ketajaman pengindraan, mengembangkan keterampilan olahraga dan menari.
Oleh karena itu, perlunya kita untuk melestarikan kembali permaian-permaian tradisional untuk mempertahankan kebudayaan kita yang hampir ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini, terutama bagi anak-anak. Karena dengan melestarikan permainan-permainan tradisional juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, terutama wisatawan asing manca negara.
Ada beberapa cara agar permainan tradisional yang ada di daerah kita diantaranya:
1.      Memperkenalkannya kembali kepada anak tentang permainan Tradisional.

Ini merupakan hal pertama yang kita lakukan agar permainan tradisional bisa dipertahankan yaitu memperkenalkannya kembali kepada anak-anak. Kita bisa melakukannya melalui kegiatan-kegiatan lomba baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal mereka. 

2.      Membuat permainan tradisional menjadi lebih menarik.

Hilangnya minat anak-anak tentang permainan tradisional bisa juga disebabkan karena kejenuhan akan cara-cara memainkannya dan tidak menghibur. Oleh karena itu, sebagai generasi yang masih peduli kita bisa mengubah permainan tersebut menjadi lebih menarik. Sebagai contoh kita membuat suatu permainan tradisional yang meningkatkan kecerdasan anak. Kita juga bisa mengadakan lomba dan memberikan penghargaan bagi pemenang. Dengan begitu anak-anak akan termotivasi untuk terus bermaian permainan tersebut.
  
3.      Mengadakan workshop pelatihan permainan tradisional. 
             
            Perlu adanya kita membuat sebuah pelatihan permainan tradisional dengan cara mengumpulkan sebanyak-banyaknya permainan yang ada berserta peraturan dan cara bagaimana memainkannya. Kemudian setelah itu kita adakan sebuah latihan dan mengajarkan kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah maupun di daerah mereka tinggal serta melatih semua permainan tersebut kepada anak-anak agar bisa terus dilestarikan dan seterusnya bisa dikembangkan kembali.

            Demikianlah beberapa hal yang dapat mengembangkan dan melestarikan kembali permainan-permainan tradisional yang ada di daerah kita ini. Semoga semua kebudayaan bisa dipertahankan agar tidak hilang seiring berkembangnya zaman.

Huslaini. Mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Serambi Mekkah (USM) Batoh, Banda Aceh.

Email : huslein.home@gmail.com

Hal-hal yang harus dimiliki seorang Aktor


         Aktor ialah orang yang memerankan tokoh tertentu dalam suatu pertunjukan. Baik itu di panggung, acara televisi, atau film. Dalam suatu pertunjukan aktorlah yang berperan di atas panggung pementasan. Oleh karena itu aktor harus bisa menguasai peran yang dimainkannya sehingga mampu menampilkan permainan yang terbaik dan dapat menghibur penonton.
          
       Dalam hal ini, untuk menguasai hal tersebut seorang aktor sudah pasti memerlukan latihan khusus dan dilakukan secara terus menerus agar dapat menjadi aktor yang baik yang mampu memerankan setiap peran yang dimainkan dan menggunakan semua kemampuan beraktingnya.
            
        Berdasarkan hal tersebut, ada beberapa hal yang wajib dimiki oleh seorang aktor diantaranya memiliki fisik, intelektual dan sukmanya
    
  1. Fisik/Tubuh
        
        Seorang aktor harus benar-benar mampu mempersiapkan dirinya sebelum melakukan pemeranan baik secara fisik maupun mental. Fisik itu termasuk gerak, pernapasan,vokal dan kekuatan. Aktor harus memiliki kelenturan dan mampu menguasai dan menggerakkan semua anggota tubuhnya meliputi semua otot, sendi-sendi dan jaringannya dari kepala sampai kaki. Apabila semua itu sudah dimiliki maka tidak akan terjadinya cedera dalam kondisi apapun dan bebas melakukan gerak pada saat pementasan. Sehingga aktor tidak susah terhadap apapun peran yang dimainkannya.


2. Intelektual
  
         Seorang aktor adalah juga seorang intelektual, artinya harus mempunyai minat besar untuk belajar, membaca, mendengar, dan bergaul. Intensitas dalam kegiatan menuju tataran sebagai intelektual itu menyebabkan seseorang mampu mencapai kepekaan dalam banyak hal. Kepekaan atau sensitivitas inilah yang nantinya menjadi bekal utama seorang aktor dalam menyikapi dan menafsirkan perannya, sehingga dia tidak hanya menjadi robot yang digerakkan sutradara. Aktor harus memberi bentuk lahir pada watak dan emosi pelaku. Intelektual ini sangat dibutuhkan bagaimana membaca situasi, bagaiman menjadikan peran itu seperti benar adanya di dunia nyata dan masuk akal meskipun cuma berakting

3. Sukma

         Aktor secara terus menerus harus mengolah sukmanya yang meliputi pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa, dan peraba setiap saat dan setiap waktu. adapun hal yang utama dalam melatih sukma adalah kosentrasi. Kosentrasi merupakan suatu kesanggupan untuk mengerahkan suatu kekuatan rohani dan pikiran ke arah sasaran yang jelas. Dasar dari ajaran kosentrasi yaitu penguasaan diri sendiri melalui proses mencari-cari, menciptakan sebuah peran dalam latihan harian. Proses menciptakan peran pada saat tampil dalam pertunjukan di panggung.Sasaran kosentrasi seorang aktor/ pemeran adalah sukma. Baik itu terhadap sukmanya sendiri, orang sekitarnya atawa sukma manusia secara menyeluruh (masyarakat penonton). Hal ini secara tidak langsung memerlukan kosentrasi terhadap emosi-emosi. Melatih kosentrasi melalui latihan panca indra terhadap sesuatu yabng fiktif dan semu. Melatih keadaan diri terhadap emosi. Dalam sukma yang bernama manusia terhadap unsur emosi, kemauan, semangat, pikiran dan fantasi. Sedangkan dalam raga manusia terdapat unsur pernafasan, kekuatan, tubuh dan gerak. Materi hidup manusia adalah raga dan sukma, maka kegiatan seorang aktor merupakan kegiatan bernafas, bergerak, beremosi, berfikir, berkehendak dan berprestasi. Apabila aktor sudah mampu menguasai raga dan sukma berarti seorang aktor telah siap menghadapi segala kondisi.